Mengenal Tahu

28 Mei

Tahu telah dibuat di negeri Cina lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sering disebut daging tiruan karena banyak mengandung protein yang dibutuhkan oleh manusia. Di Cina tahu disebut taufu, atau daging tanpa tulang, di Jepang tofu, dan Vietnam dauphu. Popularitas jenis makanan ini sudah menyebar ke pelosok dunia.

Sebagai makanan segar, ta­hu tidak memberatkan kerja lambung. Rasanya sedikit ma­nis sehingga mudah diolah untuk berbagai macam masakan – mulai dari hidangan pembuka, utama, sampai hidangan penutup. Bahkan di negara Banat, tahu Sering diguna­kan sebagai makanan rendah koles­terol menggantikan susu dan telur. Bahkan berperan dalam pembuat­an selai dan saus sebagai bumbu pe­nyedap aneka masakan sayuran.

Selain mengandung kadar pro­tein, lemak, dan karbohidrat, tahu juga mengandung 8 jenis asam ami­no esensial. Selain murah dan banyak mengandung protein, tahu merupakan bahan makanan peng­ganti protein hewani sehingga co­cok untuk menu kaum vegetarian. Komposisi zat gizi yang terdapat pada 100 gram tahu: protein: 7,9 gr lemak : 4,1 gr karbohidrat : 0,4 gr

Pengawetan

Kandungan kadar air dan protein yang cukup tinggi, menyebabkan tahu cepat rusak. Pads suhu kamar tabu hanya bisa tahan 1 – 2 hari. Dalam lemari es tahu bisa tahan 5 hari. Apabila tidak tersedia lemari es, ada beberapa cara yang bisa di­lakukan:

1. Perendaman dalam larutan ga­ram

Rebus air sampai mendidih, ang­kat. Buat larutan garam 5 persen dengan air ini. Cuci tahu sampai bersih, lalu rebus dalam air mendi­dih selama 3 menit. Angkat dan masukkan ke dalam larutan garam. Dengan cara ini tabu bisa tahan se-lama 5 hari.

2. Campuran larutan kunyit dan je­ruk nipis

Rebus air sampai mendidih. Buat larutan kunyit yang telah ditumbuk halus sebanyak 3 persen dengan air di atas, lalu spring. Tambahkan air jeruk nipis sehingga PH atau ting­kat keasamannya mencapai 3,5 – 4. Tahu dicuci bersih, rebus selama 3 menit, angkat. Rendam tabu dalam larutan ini sampai seluruh tahu ter­tutup larutan. Dengan cara ini tahu bisa tahan sampai 8 hari.

3. Larutan air matang

Cuci tahu, tiriskan lalu rendam dalam air yang telah mendidih sam­pai tahu tertutup air. Setiap 24 jam sekali, ganti air perendamnya de­ngan air pangs yang barn. Cara ini paling sederhana dan tahu bisa tah­an selama 5 hari. Cara lain adalah merendam tahu dalam larutan Kalium Sorbat yang ditambah Asam Sitrat atau larutan Natrium Benzoat.

Ada perajin yang merendam tahu dengan formalin yang biasa diguna­kan mengawetkan mayat. Ciri­cirinya, tabu beraroma harum me­nyegat dan bertekstur lebih keras bila dibanding tahu yang direndam dengan larutan di atas.

Memilih Tahu

Sering timbal keraguan terhadap tahu yang berwarna kuning. Biasa- I nya digunakan pewarna alami dari kunyit atau pewarna sintetis khusus untuk makanan (food colour), ter­masuk jenis kuning Kuinolin,kuning FCFatau Tartrasin. Tetapi ada juga yang menggunakan pewarna cat untuk pewarna kain yang dapat menimbulkan penyakit kanker hari. Secara fisik dapat diketahui bahwa tahu yang diwarnai dengan kunyit, warnanya tidak terlalu tua (pucat), terdapat gumpalan-gumpalan pada permukaannya, dan beraroma khan kunyit. Tahu yang diwarnai dengan pewarna cat atau kain biasanya ber­warna lebih tua (cerah) dan me­ninggalkan bekas yang tak cepat hi­lang kalau kits pegang, karena pe-! warns jenis itu mudah sekali mere-sap. Tahu yang berlendir permu­kaannya dan beraroma asam, pasti tanda tahu tidak segar lagi. Jangan dibeli!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: