Fungsi Bahan Tambahan Pada Kue

8 Jun

Bahan tambahan, biasa­nya akan memberi nilai tambah pada kue yang Anda buat. Fungsi yang berbeda dari beragam bahan tambahan, menyebutkan Anda harus memberikannya de­ngan cara yang benar dalam takaran yang tepat.

ESSENS

Berfungsi memberikan aroma dan rasa untuk bolu, cake dan sejenisnya, seperti pattisiere, roti dan kue kering. Essen biasa dijual dalam botol-botol kecil dengan aroma dan rasa untuk kegunaan yang berbeda.

Jenis essen biasanya dibuat dengan sistem tahan bakar, seperti Caribia Rhum Essence Braun yang bila dicampur ke dalam adonan yang hendak dipanggang, essen tidak akan menguap selama proses pemanggangan. Maka rasa dan aroma kue tetap terjaga.

Kue yang dipanggang sebaiknya menghindari penggunaan rhum yang mengandung alkohol lebih dari 20 %, karena akan menguap pada suhu mulai dari 30 derajat Celsius ke alas. Maka carilah rhum yang tahan.

PASTA

Berfungsi sama dengan essen, hanya pasta berbentuk lebih pekat. Ada dua macam pasta. Pertama Dessert Paste pasta untuk adonan yang diolah tanpa melalui proses pemasakan/pemanggangan. Termasuk jenis ini adalah krem, krem mentega, vla dan sejenisnya dengan rasa dan aroma yang lebili istimewa dan berkesan mahal.

Dijual dalam botol-botol kecil dan mudah ditemui di pasar/ supermarket dengan harga yang bervariasi.

SUPER JILK AROMATIC

Berfungsi mempercepat proses pengocokan dan pembuatan adon­an karena bahan-bahan lain seperti gula, terigu, maizena dan sejenisnya bisa dikocok bersamaan tanpa kuatir adonan tidak mengembang se­hingga menghemat tenaga listrik dan mengurangi jumlah telur tanpa merusak struktur cake yang dibuat. Maka cake tetap empuk, Bentuknya mirip pasta dan berwarna kuning agak keputih-putihan.

Gunakan 1 sendok makan Jilk untuk 8 butir telur (kuning dan putih).

MENTEGA KOCOK

Anda bisa memilih mentega yang dikocok atau dicairkan. Keduanya mem­berikan rasa yang berbeda pada cake yang Anda buat. Mentega kocok mudah bercampur saat diaduk dengan adonan telur dan menghasilkan cake yang lebih empuk. Itu sebab mentega kocok bersifat lebih ringan sehingga adonan mudah naik / mengembang selama proses pemanggangan. Biasanya semakin lama disimpan, cake akan lembab, enak dan lebih gurih karena menlega akan mencair kembali. 200 – 250 gram adalah berat yang paling ideal untuk cake yang menggunakan 8 butir telur. Lebih dari jumlah itu cake akan bantat.

MENTEGA CAIR.

Mentega cair bersifat lebih berat bila bercampur dengan adonan sehingga adonan sulit mengembang selama proses pemanggangan. Jumlah yang ideal untuk 8 butir telur adalah 150 gram mentega. Karena harga mentega biasanya lobih mahal maka bisa diganti dengan margarin keseluruhan atau campuran keduanya dengan perbandingan 1 : 1. Karena margarin lebih banyak kandungan air dibanding lemaknya, selama proses pemanggangan air tersebut akan menguap hingga cake jadi kering dan berserat kasar.

COKELAT

Disebut cokelat masak adalah cokelat khusus yang digunakan hanya untuk melapisi cake. Proses melelehkannya tidak memerlukan bahan tambahan lain, tidak seperti Baker’s chocolate/Couverture yang bila dilelehkan memerlukan bahan tambahan lain seperti lemak/minyak yang berfungsi melembutkan dan memberikan warna yang lebih mengkilap. Cokelat parut yang digunakan untuk menaburi permukaan cake biasanya cokelat kovertur atau cokelat blok.

Satu Tanggapan to “Fungsi Bahan Tambahan Pada Kue”

  1. amanda 20 Desember 2013 pada 08:28 #

    bagaimana ya tips agar kue vis enak dan lembut dilidah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: