Apakah Ibu rumah tangga sebuah profesi?

13 Jun

Apapun profesi kita, itu adalah pilihan yang sudah kita ambil. Menurut saya, semua profesi itu mulia, tak prduli tukang dokter, guru atau tukang sapu sekalipun. Bahkan ibu rumaha tangga pun suatu profesi. Yang terpenting dari semua itu adalah konsisten dengan pilihan yang telah kita buat. Apapun pilihannya, minumnya…teh botol eh kok ngelantur. Apapun pilihannya, Tuhan sudah menunjukkan yang terbaik untuk kita lakukan.

Sebuah profesi adalah pilihan. Teman saya pernah berkata,” Saya Cuma seorang ibu rumah tangga biasa, coba kalau saya bekerja, pasti saya bisa punya uang sendiri, dan bisa mengatur uang sendiri.”

Lho! Bukankah ibu rumah tangga juga suatu pekerjaan? Itu pekerjaan yang sangat mulia, malah. Bayangkan, seorang ibu rumah tangga harus mengatur semua urusan rumah tangga seorang diri selama 24 jam! Dia bertindak sebagai kepala, asisten, bendahara, merangkap pembantu. Hebat, kan?

Lho, ibu rumah tangga kan nggak menghasilkan uang? Siapa bilang ibu rumah tangga tidak menghasilkan uang? Kalau urusan rumah tangga berjalan dengan baik, anak-anak terurus dengan baik, sang suami tak perlu repot-repot memikirkan ada makanan atau tidak, anak-anak terurus atau tidak, urusan sekolah bagaimana, suami dapat konsentrasi pada pekerjaannya. Akhirnya? Suami punya prestasi di kantor, itu adalah gaji terbesar untuk istri. Iya, kan?

Tapi ibu rumah tangga itu urusannya cuma kasur, sumur, dapur thok!! Nggak ada harganya sama sekali! Siapa bilang? Saya pernah berkata pada suami saya,” Sehebat apapun lelaki bekerja, walaupun dia berangkat jam 7.00 pagi dan pulang jam 12.00 malam karena sibuk untuk urusan kantor, tapi saya tidak heran. Dan saya tidak menganggapnya hebat sama sekali.”

“Mengapa?” kata suami saya.Lalu jawabku,” Karena seorang wanita, yang sudah mengurusi urusan rumah tangga dengan seabrek pekerjaan, mengurusi anak-anak, masih menyisakan senyuman untuk suami tercinta sepulang dari kantor. Alangkah hebatnya wanita.”

“Benar,” kata suamiku, lalu lanjutnya lagi,” secara fisik laki-laki lebih kuat dari wanita, tapi secara psychologis, wanita lebih kuat daripada laki-laki.

”Semua yang saya tulis ini, bukan berarti saya membenci laki-laki lho! Lha wong suami saya juga laki-laki, anak saya yang nomor 2 juga laki-laki. Tapi saya ingin menggarisbawahi bahwa perempuan pun sama hebatnya dengan laki-laki walaupun hanya dengan mengurusi dapur, sumur, dan kasur. Pekerjaan sebagai ibu rumah tangga bukanlah pekerjaan rendah yang harus malu untuk diungkapkan. Jangan malu untuk mengatakan pekerjaan anda sebagai ibu rumah tangga. Banggalah! Karena itu sungguh mulia.

Tapi, masih ada tapinya lho….itu semua harus dijalani dengan ikhlas, dan penuh syukur. Karena  segala sesuatu itu, kalau kita menjalaninya dengan ikhlas dan penuh shukur, insyallah, akan member manfaat yang berlimpah. Ayooo…para ibu rumah tangga tersenyumlah, kita tersenyum, seami tersenyum , Allah pu tersenyum. Alhamdulillah.

6 Tanggapan to “Apakah Ibu rumah tangga sebuah profesi?”

  1. Achmad 13 Juni 2010 pada 18:59 #

    Itulah hebatnya perempuan. Rasanya gak ada lelaki yg berani menyantumkan profesi sebagai Kepala Rumah Tangga!
    Soal kekuatan fisik itu hanya mitos saja. Coba lelaki sendirian ngatur rumah tangga. baru setengah hari aja pasti sdh KO! Padahal ibu bahkan sampai tengah malam pun masih kuwat …

  2. mbokratu 14 Juni 2010 pada 20:31 #

    Betul mas…trima kasih atas pengakuannya he he

  3. suwarno 13 Juli 2010 pada 00:15 #

    bercanda aja biar happy.

  4. suwarno 13 Juli 2010 pada 00:30 #

    kan ada unkapan surga di bawah telapak kaki ibu ..dan macam-macam ada lagi MOTHERLAND not FATHERLAND juga, tak terbatas kasih wanita kepada anaknya secara kodrat, mendidik, mengasuh belum lagi ….. o….. pekerjaan yang berat sebenarnya laki-laki kan bersujud pada wanita…..( bukan dalan relegi) kalau laki lebih hebat dari wanita itu Pendapat yang EMoSIONAL. not seeing the reality. kalau saya bilang lebih dari profesi….. ibulah yang melahirkan peradaban ini, ibu yang terdidik akan menciptakan anak yang terdidik juga. kok jadi ngaco’ bercanda aja looo.biar happy.

  5. mbokratu 13 Juli 2010 pada 16:15 #

    Biar bercanda tapi banyak benarnya looo
    Terima kasih karena rajin comment di blogku🙂. Kapan ya aku kirim hadiah sebagai komentator terbaik? he he he

  6. Anonim 17 November 2014 pada 03:10 #

    Trimaksh mom senang sekali baca ήЧª,krn saya sdng berjuan jαϑî irt yg baik,mencoba ikhlas ,krn sy sdh memutuskan resign dr pkrjaan,untuk anak anak saya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: