Dating After Marriage?

14 Jul

Melihat anak-anak remaja berpacaran sepertinya adalah pemandangan biasa. Melihat suami istri bercerai juga biasa. Hubungan berpacaran sepertinya penuh dengan bumbu cinta dan sayang. Bahkan, saya pernah mendengar pasangan yang sedang berpacaran memanggil pacar wanitanya dengan panggilan cantik dan memanggil pasangan prianya dengan sebutan cinta. Duh, romantisnya!

Hubungan suami istri? Hm… biasanya hubungan antara suami istri dipenuhi dengan percakapan tentang jadwal ngantar sekolah anak-anak, menu masak sehari-hari, masalah sekolah anak-anak, urusan kantor, tentang teman-teman, dll. Mudah-mudahan percakapan itu tak terjadi seperti antara tamu dan tuan rumah, atau antar teman🙂.

Sepertinya janggal, ya kalau melihat suami istri mesra, seperti mencium pipi atau bergandeng tangan. Kadang-kadang kalau di kampung malah jadi bahan gossip atau dianggap narsis. Padahal, justru itu yang harus dipertahankan, menyurut saya. Pacaran setelah menikah, alangkah indahnya.

Seiring dengan perjalanan waktu, suami istri akan mengalami kejenuhan. Namun, kalau kualitas hubungan tetap terjaga tanpa terkalahkan dengan kuantitas pertemuan, tentu itu akan terjalin dengan indah. Misalnya, bersikap romantis dengan pasangan. Kalau pasangan kita melakukan sesuatu yang menyenangkan kita, nggak ada salahnya kita ucapkan terima kasih sambil mencium pipinya. Hm…pasti istri atau suami akan sangat senang.

Berumah tangga adalah bukan siapa yang menang atau siapa yang kalah. Jadi, kalau kita akan melakukan hal yang baru, kita tidak perlu menunggu pasangan kita untuk melakukannya. Siapa yang berinisiatif  bisa memulainya. Asyik, kan?

Mengucapkan kata-kata sayang juga tak ada salahnya dilakukan oleh pasangan suami istri. Kalau orang berpacaran bisa mengucapkan,”Ada apa, sayang?“, mengapa suami istri tidak? Kayaknya justru itu harusnya dilakukan oleh suami istri, ya? Jangan sampai suami istri pelit sekali dengan kata-kata sayang. Padahal, alangkah senangnya kita (saya mewakili perempuan🙂 ) dipanggil denggan kata-kata sayang oleh suami, apalagi kalau sambil dipeluk, wahhh..senangnya. Jangan sampai berpelukan cuma pas hubungan intim aja he he he.

Kata-kata aku cinta kamu atau I love you juga besar artinya lho bagi pasangan. Kata-kata itu bukan wajib dikatakan oleh para suami, tapi para istri juga harusnya mengatakannya. Memang bener sih, kita sudah tahu kalau suami atau istri kita cinta sama kita. Tapi akan lain rasanya kalau rasa cinta itu diucapkan juga. Seperti halnya kita menikmati hidangan, walaupun hidangan itu sedah tandas masuk ke perut kita, yang artinya hidangan itu enaak, tapi akan lebih mantaps kalu kita juga bilang “Hmmm enaknya makanan ini, lezaaat sekali.” Sama halnya dengan hubungan suami istri, akan lebih mak nyusss kalau cinta kita kita ucapka kepada pasangan kita ” I love you”, “I love you so much”. Ho ho ho sangat indah sekali.

Apakah ini terlalu romantis, ya? Apakah Anda termasuk yang setuju? Ayoo bergabung!

Apakah Anda termasuk yang tidak setuju? Wah…pikirkan lagi deh!

Selamat bermesra-mesra🙂 .

3 Tanggapan to “Dating After Marriage?”

  1. ningsyafitri 8 November 2010 pada 16:44 #

    sy suka artkel ini…
    Ini yang sy harapkan setelah sy lulus kuliah nanti… Insya Allah… Pcrn stlh menikah…
    Zaman skrg mah, udah MBA dluan… Naudzubillah…
    Sy mau seprti itu,,,
    Dating after Marriage…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: