Antri Doong!

9 Jul

Di tengah terik mentari yang menyengat, bensin motor menipis sehingga sang motor harus segera diberi minuman segaraar. Sampai di pom bensin ternyata antrian cukup panjang. Sambil berpanas ria aku antri di belakang. Setelah sabar menunggu, akhirnya tinggal dua konsumen lagi sebelum tiba waktunya bagi motorku untuk diisi. Tiba-tiba, datang seorang pengendara wanita nyelonong ke arah depan dan langsung minta diisi. Astagfirullaaah, saya hanya bisa mengelus dada. Dan sedihnya, dari pihak pom bensin pun mengisi bensin sang mbak selonong tersebut tanpa memikirkan perasaan orang-orang yang antri berpanas-panasan.

Itu hanya secuil kisah, salah satu contoh betapa sulit menerapkan budaya antri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: